PADANG -- Kesadaran dini terhadap dampak buruk perilaku menyimpang mutlak dimiliki oleh para remaja. Dalam hal ini, mereka harus bisa memilah dan memilih pergaulan yang baik. Jangan sampai terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Keterlibatan keluarga dan lingkungan sekolah dalam membentuk karakter serta mengawasi perkembangan anak-anak juga sangat penting agar mereka tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Serangkaian nasehat dan pesan berharga di atas disampaikan Ipda Enditiarman selaku salah seorang pemateri dalam kegiatan sosialisasi Bahaya Perilaku Menyimpang yang digelar Bidhumas Polda Sumbar melalui Subbid Penmas di SMAN 3 Padang, Gunung Pangilun, Selasa (11/3/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para pelajar agar terhindar dari perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan mereka.
Dalam sosialisasi ini, Ipda Enditiarman dan Ipda Arya menjelaskan berbagai bentuk perilaku menyimpang yang sering terjadi di kalangan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), kenakalan remaja, aksi tawuran dan balap liar, judi online dan LBGT serta dampak negatif penggunaan media sosial (medsos) secara tidak bijak.
Para siswa dan siswi juga diajak untuk ikut berpartisipasi dalam upaya mencegah tawuran dan balap liar.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para siswa dan guru SMAN 3 Padang.
Kepala SMAN 3 Padang, Zahroni, M.Pd, mengapresiasi upaya Polda Sumbar dalam memberikan edukasi kepada para siswa.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar anak-anak lebih memahami dampak dari perilaku menyimpang dan bisa menjadi generasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, Bidhumas Polda Sumbar berharap para pelajar di SMAN 3 Padang dapat lebih memahami dan menghindari perilaku menyimpang serta turut berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan negatif.
#rel/ede